Kamis, 24 Juli 2008

hijau kudusku biru langitku


indah khan pemandangannya

kalau mau lihat2 and berpetualngan langsung nanti kami palwa 51 akan dengan senag hati nganter.deket kok masih dikota kami tercinta kudus city.g kalah khan sama indahnya seperti diluar2 sana!

Tips Kegiatan Alam Bebas

PENDAKIAN / GH (MOUNTAINEERING)
Bagi seorang pendaki gunung dan pecinta kegiatan alam bebas, Persiapan Pendakian adalah hal yang sangat penting dan menyangkut keselamatan kita dalam pendakian. saya coba untuk memberikan sedikit Tips buat rekan-rekan yang suka akan kegiatan alam bebas. Persiapan umum untuk mendaki gunung antara lain kesiapan mental , fisik, etika, pengetahuan dan ketrampilan tentunya.

Mulai dari Perencanan Pendakian yang meliputi : mengenali kemampuan diri dalam tim dalam menghadapi medan, mempelajari medan yang akan ditempuh, teliti rencana pendakian dan rute yang akan ditempuh secermat mungkin,pikirkan waktu yang digunakan dalam pendakian, periksa segala perlengkapan yang akan dibawa dalam pendakian.

Kemudian Perlengkaan perjalanan harus dipersiapkan dengan cermat. Mulai dari Perlengkapan dasar yang meliputi:
1. perlengkapan jalan : sepatu , kaoskaki , celana , ikat pinggang , baju , topi , jas hujan dll
2. perlengkapan tidur : sleeping bag , tenda , matras dll
3. perlengkapan masak dan makan: kompor , sendok , makanan , korek dll
4. perlengkapan pribadi : jarum , benang , obat pribadi , sikat , toilet paper dll
5. Ransel / carrier

Dan Perlengkapan pembantu yang terdiri dari :
1.Kompas , senter , pisau pinggang , golok tebas , P3K, Peta , busur drajat
pengaris , pensil dll
2.Alat komunikasi (Handy talky) , survival kit ,GPS dan jam tangan.

Dan yang penting Packing atau menyusun perlengkapan kedalam ransel sehingga membuat kita nyaman dalam perjalanan. hal yang harus diperhatikan meliputi :
1. Kelompokkan barang barang sesuai dengan jenis jenisnya dan masukkan dalam
kantong plastik.
2. Letakkan barang barang yang ringan dan jarang penggunananya dibagian yang
paling dalam ransel.
3. Barang-barang yang sering digunakan dan vital letakkan sedekat mungkin
dengan tubuh dan mudah diambil
4. Tempatkan barang barang yang lebih berat setinggi dan sedekat mungkin dengan
badan / punggung dan buat Checklist barang barang tersebut sehingga
memudahkan anda mengetahui letak barang-barang anda.

Selamat mencoba tips-tips perjalanan ini, semoga bermanfaat bagi para pendaki.

ARUNG JERAM (RAFTING)
Sebenarnya pengalaman kami tentang Rafting sich masih awam tapi kami hanya ingin berbagi tips aja buat temen2 yang kebetulan hobi dengan kegiatan ini,

1. Bawa pakaian ganti, karena sudah pasti nanti akan basah-basahan, lebih nyaman pas rafting pake celana pendek

2. Jangan pake sendal apalagi nyeker, pakai sendal yg model sendal gunung (kalo dulu kaya yg merk Carvil), kalo ga punya sendal model gini...ga usah bingung, disana ada yang jual kok harganya 30 ribu.

3. Ikuti instruksi yang diberikan oleh guide/ instruktur.

4. Ga usah ribet nyiapin kamera buat foto2 di atas perahu karena semua barang berharga dan eletronik akan di titipkan kepada panitia, untuk kamera boleh dibawa asal punya casing yang anti air.

5. Jangan lupa pemanasan sebentar sebelum naik perahu untuk menghindari kram.

6. Di Finish point, tersedia fasilitas makan, mandi, dan juga pijit

7. Sabun mandi cair, shampoo, dan plastik untuk pakaian basah juga tersedia di masing- kamar mandi, jadi ga usah repot2 bawa peralatan mandi dari rumah.

8. Kalau jatuh dari perahu, usahakan jangan panik karena tim rescue siap siaga menolong.

Have a Nice Rafting.....

SUSUR GOA (CAVING)

Perlengkapan

Gua terbagi dalam 2 jenis yaitu gua vertical dan gua horizontal.Untuk penelusuran gua horizontal tidak terlalu membutuhkan perlengkapan yang banyak. Sedangkan untuk penelusuran gua vertical dibutuhkan lebih banyak lagi alat.

Pada dasarnya peralatan caving dibagi menjadi dua :

A. Peralatan pribadi (PERSONAL EQUIPMENT) -- untuk gua horizontal

1. Coverall / pakaian yang menutupi seluruh tubuh

2. Helm Speleo

3. Sepatu karet atau sepatu boot

4. Senter / headlamp atau Boom (Generator Carbide)

5. Caving pack sack

sebagai tambahan dapat membawa sarung tangan, pelampung, SRT set.

B. Peralatan tim (TEAM EQUIPMENT) -- untuk gua horisontal

1. Perahu karet

2. Tali

3. Kamera

4. Kompas

5. Topofil

6. Peralatan mountenering

sedangkan secara umum yang seharusnya diperhatikan untuk dibawa adalah:

- Pakaian ganti/baju hangat/sweater / jaket / kaos kaki

- Raincoat / jas hujan/ paying

- Topi

- Sepatu trekking/keds/sandal gunung

- Battery cadangan

- Kantong kedap air (water proof pocket)/plastik bagi yang membawa kamera

- Obat pribadi

Hal lain yang harus diperhatikan, yaitu membawa makanan dan minuman. Pada saat caving, disarankan tidak menggunakan celana jeans.

Pemetaan

Dalam kegiatan penelusuran gua, pemetaan merupakan suatu hal yang penting, bahkan pemetaan dapat disebut sebagai aspek ilmiah dari suatu kegiatan yang bersifat petualangan. Meskipun sebenarnya banyak penelitian ilmiah yang dapat dilakukan di dalam gua, seperti penelitian Biologi, Geologi, Geomorfologi, Arkeologi, Hidrologi, Geografi, dan lain sebagainya.

Pemetaan merupakan bagian dari kegiatan yang bersifat perekaman atau pendokumentasian. Dalam hal ini adalah yang berhubungan dengan rekaman bentukan fisik gua, misalnya bentuk atau denah lorong, panjangnya, tingginya, keletakan ornamen, apa saja ornamennya, posisi aliran air, lumpur, sump, dan lain sebagainya.

Dari pemetaan gua, seseorang akan lebih mengetahui informasi denah guanya, ukurannya, ornamen yang menghiasinya, dan lain sebagainya, jauh dari sebelum ia sendiri memasuki gua tersebut. Pemetaan juga memberikan informasi ilmiah yang berguna bagi penelitian ilmu pengetahuan. Peta gua juga berarti sebagai bukti seorang caver telah memasuki atau mengeksplorasi suatu gua.


Kecelakaan

Sebagian besar kecelakaan yang terjadi di dalam gua, berasal dari kesalahan si penelusur sendiri. Dalam keadaan yang sangat gelap sering kali seorang penelusur melakukan kesalahan dalam menaksir jarak, sehingga sebuah lubang yang cukup dalam, terlihat dangkal. Etikanya tidak diperkenankan melakukan lompatan apapun di dalam gua. Penggunaan perlengkapan yang tidak memenuhi standar juga dapat dikategorikan salah satu penyebab kecelakaan yang disebabkan kesalahan penelusur.

Tertimpa batu, merupakan kejadian yang sering terjadi, karena runtuhan alami akibat rapuhnya dinding gua atau akibat ketidaksengajaan si penelusur gua yang menyebabkan jatuhnya batuan dan menimpa penelusur lain. Bahaya banjir merupakan faktor penyebab utama kecelakaan lainnya. Demikian pula faktor suhu udara yang dingin, perlu diperhatikan terutama pada saat melakukan eksplorasi di gua yang basah.

Kejadian-kejadian di atas bukan tidak mungkin untuk dihindari, semuanya tergantung dari persiapan dan pengalaman yang dimiliki oleh penelusur gua.


PANJAT TEBING (ROCK CLIMBING)

I. PENDAHULUAN Mendengar kata Rock Climbing (panjat tebing), kita seperti dikenalkan pada suatu jenis olahraga baru. Benarkah kita belum mengenalnya? Barangkali kita masih ingat masa kecil dulu, alangkah gembiranya kita bermain, memanjat tembok, pohon-pohon, atau batu-batu besar, di mana kita tidak memikirkan resiko jatuh dan terluka, yang ada adalah rasa gembira. Sebenarnya kegiatan Rock Climbing tidak jauh dari itu, cuma kali ini kita sudah memilih medan tertentu dengan memikirkan resikonya.Pada dasarnya Rock Climbing adalah bagian dari Mountaineering (kegiatan mendaki gunung, suatu perjalanan petualangan ke tempat-tempat yang tinggi), hanya di sini kita menghadapi medan yang khusus. Dengan membedakan daerah atau medan yang dilalui, Mountaineering dapat dibagi menjadi : Hill Walking, Rock Climbing dan Ice/Snow Climbing. Hill Walking merupakan perjalanan biasa melewati serangkaian hutan dan perbukitan dengan berbekal pengetahuan peta/kompas dan survival. Kekuatan kaki menjadi faktor utama suksesnya suatu perjalanan. Untuk Rock Climbing, medan yang dihadapi berupa perbukitan atau tebing di mana sudah diperlukan bantuan tangan untuk menjaga keseimbangan tubuh atau untuk menambah ketinggian. Ice/Snow Climbing hampir sama seperti halnya dengan Rock Climbing, namun medan yang dihadapi adalah perbukitan atau tebing es/salju .Kadang-kadang akan timbul pertanyaan pada kita, seperti ini : Kenapa sih naik gunung? George L. Mallory (pendaki Inggris) menjawab pertanyaan ini dengan mengatakan, Because it’s there.. Lalu pertanyaan lain, Apa yang kau dapatkan di sana ? Seorang pendaki akbar, Reinhold Messner berkata : The mountains tell you, quite ruthlessly, who you are, and what you are. Mountaineering is a game where you can’t cheat ..., more than that, what’s important is your determination cool nerves, and knowing how to make the right choice.Olahraga seperti ini adalah nikmat, dan barangkali sedikit egois. Segala kenikmatan pada saat kita menyelesaikan sebuah medan sulit adalah milik kita sendiri, tidak ada sorak sorai, apalagi kalungan medali. Sebaliknya, adanya kecelakaan dalam suatu pendakian adalah karena kelalaian kita sendiri, kurang hati-hati dan kurang memperhitungkan kemampuan diri. Banyak pendaki yang melakukan turun tebing (rappeling / abseiling) dengan melompat dan sangat cepat, ini sangat berbahaya. Untuk kita, sebaiknya menganggap kegiatan panjat tebing sebagai hobi, seperti hobi-hobi lainnya. Sebagai gambaran bisa kita simak perkataan Walter Bonatti, seorang pendaki kawakan dari Italia, saat melakukakn pendakian solo pada dinding yang mengerikan di Swiss. Ketika ia sedang menghadapi kesulitan melewati overhang (dinding menggantung dengan kemiringan > 90 derajat), sebuah pesawat mengitarinya yang rupanya mencarinya. Kehadiran pesawat menekan kesendiriannya : “ Siapa yang mengatakan bahwa mereka melihatku ?, aku berfikir dan merasa bahwa pesawat tersebut adalah bagian dariku, yang kini meninggalkan dan merobek hatiku. Aku mulai sadar bahwa aku lebih suka jika terdapat kesunyian yang mutlak. Semua yang terjadi dalam waktu singkat tadi seakan-akan merupakan usaha akhir untuk menghubungkan diriku dengan kehidupan yang tidak mempunyai arti lagi bagiku. Pesawat itu berputar-putar kemudian meninggalkan diriku seperti mati.”Akhirnya, marilah kita mencoba lebih mengenal panjat tebing yang nikmat itu. Pada tulisan ini, pembicaraan hanya terbatas pada pembahasan panjat tebing, dengan tidak mengecilkan yang lain, Hill Walking dan Ice/Snow Climbing.Selengkapnya baca di
RIMBA KALIMANTAN


NB : Untuk temen2 yang mebutuhkan data dari blog ini silahkan akses dan download ja, ndak usah sunkan2. dan data yang kami muat dalam blog ini sebagian kami mengadopsi dari website lain kami mohon maaf karna kami tidak seluruhnya data yang kami masukkan dilengkapi dengan alamat asli. mohon maaf karna kami lupa alamatnya. kami bukan sengaja untuk mendukung plagiatisme, tetapi hanya untuk bahan tambahan pembelajaran dan untuk mebagi pengalaman temen2 ke temen2 yang lain mengenai kegiatan alam bebas. insya Allah akan kami cari alamat asli dari data2 yang kami adopsi dari website temen2 yang kami muat dalam blog ini. dan akan kami cantumkan.. thnx's.